Rabu, 22 April 2020

MANUSIA DAN CINTA KASIH, PENDERITAAN DAN KEADILAN


MANUSIA DAN CINTA KASIH, PENDERITAAN DAN KEADILAN




VECTOR FREE DOWNLOAD: Vector Logo UIN SUNAN AMPEL CDR, PNG Format





Oleh:
Hasan                                                (B04219016)
Hikmah Maulidia N                          (B04219017)

Kelas D1 Manajemen Dakwah

Dosen Pengampu:
Baiti Rahmawati, M.Sos

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
2020




KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan rahmat, taufik serta hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Sholawat serta salam kami haturkan kepada Baginda Nabi Muhammad S.A.W. yang telah menunjukkan kita pada Agama Islam.
Makalah ini membahas “Manusia dan Cinta Kasih, Penderitaan dan Keadilan” dengan sistematis pembahasan mengenai manusia dan cinta kasih, macam-macam cinta, cinta diri, cinta kepada sesama manusia, adil dan belas kasih (cinta), pertemuan dan cinta, rasa kasihan cinta dan persahabatan, cinta seksual, cinta kebapakan, cinta kepada rosul, cinta kepada ibu bapak, penderitaan, dimensi dan kebutuhan manusia, contoh penderitaan, sebab munculnya penderitaan, keadilan, macam-macam keadilan, kejujuran dan kecurangan.
Ucapan terimakasih tak lupa kami sampaikan kepada Ibu Baiti Rahmawati, M.Sos selaku pembimbing mata kuliah Ilmu Alam Dasar/ Ilmu Budaya Dasar/ Ilmu Sosial Dasar, terimakasih kepada Badan Perpustakan dan Kearsipan Jawa Timur dan juga Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang menyediakan berbagai buku untuk mempermudah menyelesaikan tugas ini, serta teman-teman yang saling membantu dan meringankan dalam pembuatan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini tentunya sangat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk kedepannya lebih baik lagi dan terimakasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini.
Demikian makalah ini kami susun, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan bisa dijadikan sumber pengetahuan dan ilmu untuk kita. Amin.
Surabaya, 02 Februari 2020

                                                                                     Penyusun













DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………1
BAB I
PEMBAHASAN
A.    MANUSIA DAN CINTA KASIH
a.       Pengertian…...…………………………………5
b.      Cinta diri …………………………………......10
c.       Cinta kepada sesama manusia………………..11
d.      Adil dan belas kasih (cinta)…………………..13
e.       Pertemuan dan cinta………………………….14
f.       Rasa kasihan cinta dan persahabatan………...15
g.      Cinta menurut ajaran agama………………….22
h.      Cinta seksual…………………………………23
i.        Cinta kebapakan……………………………...24
j.         Cinta kepada Allah…………………………..25
k.      Cinta kepada rosul……………………………26
l.        Cinta Kepada ibu bapak……………………...27
B.     MANUSIA DAN PENDERITAAN
a.       Pengertian…………………………………….29
b.      Dimensi………………………………………34
c.       Kebutuhan manusia………………………….34
d.      Contoh penderitaan…………………………..35
e.        Sebab munculnya penderitaan……………….38
C.     MANUSIA DAN KEADILAN
a.       Pengertian…………………………………….40
b.      Macam-macam keadilan……………………..47
c.       Kejujuran …………………………………….51
d.      Kecurangan…………………………………...54
e.       Pemulihan nama baik………………………...57
BAB II
PENUTUP
Kesimpulan……………………………………….62
DAFTAR PUSTAKA…………………………...64






BAB I
PEMBAHASAN
Manusia dan Cinta Kasih
Cinta Kasih merupakan dua kata yang sering kita dengar. Dalam kehidupan sehari-hari cinta kasih yang pertama kali kita dapatkan yaitu cinta kasih dari orang tua. Apa yang telah diberikan oleh orang tua kepada kita pastinya penuh dengan ketulusan dan keikhlasan. Pengorbanan orang tua juga salah satu wujud cinta kasih kepada anak-anaknya. Tanggung jawab orang tua pada anak-anaknya tak terlepas juga dari rasa ketulusan cinta kasihnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, Balai Pustaka 1996), cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik. Sedangkan kata kasih , artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.[1]
Walaupun cinta kasih mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada orang yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.[2]
Secara sederhana cinta bisa dikatakan sebagai panduan rasa simpati antara dua makhluk. Rasa simpati ini tidak hanya berkembang diantara pria dan wanita, akan tetapi bisa terjadi antara pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Contoh yang mudah dimengerti untuk ini dapat kita lihat pada hubungan cinta kasih antara seorang ayah dengan anak laki-lakinya, atau antara seorang ibu dengan anak gadisnya.[3]
Dalam lingkup keluarga dan pernikahan cinta merupakan landasan atau pegangan dasar yang menjadikan hubungan menjadi lebih erat. Di Masyarakat pun dibutuhkan rasa cinta kasih agar lebih akrab dalam hubungan sosial. Begitupun dengan sang pencipta, kita seorang hamba harus memiliki rasa cinta kasih kepada sang pencipta agar lebih Ikhlas menjalankan semua perintah dan menjauhi larangannya.
Dalam lingkup psikologis, Cinta kasih mengandung arti yang mendalam, sulit didefinisikan dengan rangkaian kata-kata. Mungkin dapat diberi arti tertentu apabila sudah diwujudkan dalam tingkah laku manusia terhadap manusia lainnya, atau terhadap alam sekitarnya, atau terhadap tuhannya. Manusia adalah makhluk tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain. Manusia mempunyai akal, perasaan, kehendak. Dengan unsur-unsur budaya ini manusia menilai, merasakan, menghendaki adanya kebutuhan cinta kasih. Apabila cinta kasih itu tidak ada, atau tidak dibutuhkan, sulit digambarkan adanya masyarakat, sulit dibayangkan perkembangan manusia penghuni bumi ini, dan sulit adanya kedamaian diantara manusia. [4]
Cinta kasih bersumber pada unsur rasa, yang merupakan ungkapan perasaan, didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah lakudan dipertimbangkan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang, kemesraan, belas kasihan, pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesame manusia, antara manusia dan lingkungan, dan antara manusia dan tuhan.[5]
Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan belas kasih, dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan, keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.[6]
Sedangkan sayang dapat di kaitkan dengan kasih karena dalam sayang di wujudkan secara lebih nyata rasa cinta seseorang. Sayang menurut kamus besar bahasa indonesia di artikan kasihan. Oleh karena itu kasih sayang di artikan sebagai cinta kasih, atau amat suka akan ( kepada ). Dengan demikian, maka sayang memperkuat rasa kasih seseorang yang di wujudkan dalam tindakan yang nyata dan semuanya bersumber dari rasa cinta[7]
Macam – macam cinta
1. cinta persaudaraan artinya di wujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudaraan tidak mengenai adanya batas – batas manusia yang berdasarkan suku, bangsa, ataupun agama. Dalam cinta ini semua manusia sama yaitu sebagai makhluk ciptaan allah.
2. cinta keibuan yang artinya kasih sayang yang bersumber pada cinta keibuan, yang paling asli adalah yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Seorang ibu yang memperoleh benih anak dari suaminya yang tercinta akan memelihara anaknya secara berhati – hati dan penuh kasih ibu demi keselamatan turunannya. Selain anak lahir melalui penderitaan ibu yang hebat, di rawat dan di asuh sang mutiara hatinya itu penuh dengan kasih sayang[8]
3. cinta erotis yang berasal dari kasih sayang yan bersumber dari cinta erotis ( sifat membiharikan ) memang suatu yang sifatnya ekslusif ( khusus ) sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya.
4. cinta diri sendiri yang artinya kasih sayang yang bersumber pada diri sendiri ( self love ). Telah di temukan bahwa di samping mencintai sesama manusia, seseorang perlu juga memiliki cinta kepada diri sendiri, jadi cinta diri sendiri

adalah mengurus dirinya sendiri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi secara wajar.[9]
Cinta diri
Al-quran telah mengungkapkan cinta alamiah menusia terhadap dirinya sendiri, kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang menbahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan nabi swa. Bahwa seandainya dia mengetahui hal hal yang ghaib, tentu dia akan memperbanyak hal hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan
“....dan sekirannya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku akan memperbanyak kebaikan bagi diriku sendirindan aku tidak akan di timpa kemudaratan...” (QS.7:188)
Demikian pula :
“manusia tidak jemu jemu memohon kebaikan, tetapi jika mereka di timpa malapetaka, dia menjadi putus asa lagi putus harapan” (QS.41:49)
Manusia cinta pada dirinya agar terus menerus di karunia kebaikan, tetapi apa bila di timpa bencana, ia menjadi putus harapan

Secara alamiah manusia yang mencintai dirinya sendiri. Sebaliknya, manusia membenci segala sesuatu yang menghalangi hidupnya atau yang menghambar aktualisasi dirinya. Manusia membenci segala sesuatu yang mendatangkan penderitaan, rasa sakit, dan marabahaya lainnya [10]
Cinta diri erat hubungannya dengan menjaga diri. Manusia menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dengan berguna bagi dirinya. Gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaan yang luar biasa terhadap harta benda ( materi ). Cinta manusia terhadap benda mandarah daging sebab manusia beranggapan, dengan harta benda ia dapat merealisasikan semua keinginannya guna mencapai kesenangan dan kemewahan hidup.
Sebaliknya, cinta yang mulia pun dapat hilang apabila sesorang terlalu berlebihan mencintai dirinya. Kecintaan terhadap dirinya dapat di buktikan apabila ia tertimpa malapetaka atau kesulitan, manusia akan berkeluh kesah sebaliknya, apabila manusia memperoleh banyak harta, ia akan berhati – hati memelihatranya, bahkan dapat melupakan fungsi sosial hartanya, cinta terhadap dirinyatidak harus di hilangkan, tetapi perlu berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. inilah yang di maksud dengan cinta diri yang ideal
Cinta kepada sesama manusia
Allah memerintahkan kepada manusia untuk saling mencintai di antara sesamanya.
“sesungguhnya orang orang mukmin bersaudara, karena itu damaikanlah anatara kedua saudaramy dan kepada allah supaya kamu mendapat rahmat” (QS.49:10)
Dalam al quran terdapat pujian bagi kaum anshar karena ras cintanya kepada kaum muhajirin. Orang orang yang telah menempati kota madinah dan telah beriman ( anshar ) sebelum kedatangan mereka ( muhajirin ), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa apa yang di berikan kepada mereka ( orang muhajirin ) mereka mengutamakan ( orang orang muhajirin ) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka sendiri dalam kesusahan
“dan siapa yang di pelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (QS.59:9).
Ciri cinta di anatara sesama manusia menurut ajaran isla di tandai dengan sikap yang lebih mengutamakan ( mencintai ) orang lain daripada dirinya sendiri. [11]
Cinta kepada sesama manusia, cinta kepada sesama manusia banyak di lukiskan dan di contohkan oleh seorang pembawa kebenaran ( nabi ) atau oleh kelompok orang. Cinta kepada sesama manusia merupakan watak manusia itu sendiri, selain watak manusia sebagai pembenci dan bersifat kikir terhadap manusia lainnya, biasanya manusia akan mudah membenci atau kurang memperhatikan orang lain apabila ia mendapat kesenangan dirinya. Akan tetapi, kita sering mendengar tentang seseorang yang betul betul mendahulukan keperluan orang lain ( sesama manusia ) daripada keperluan dirinya sendiri. Kalau boleh berkomentar tentang watak manusia dalam hal mencintai sesamanya, yang lebih baik tentu yang mampu menyeimbangkan cinta mereka kepada diri sendiri dengan cinta mereka kepada diri sendiri dengan cinta mereka kepada sesamanya, dan membatasi ke-ekstreman cinta mereka.[12]
Semua pembicaraan tentang cinta kepada manusia itu akan lebih peka pemahamannya apabila dapat di amati perilaku dan perlakuan seseorang kepada orang lain. Perlakuan yang baik ( amaliah ) kepada sesama manusia bukan dalam arti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung atau berguna bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas ( murni ) di sertai tujuan yang mulia.
Motivasi seseorang mencintai sesama manusia, menurut persepsi sosiologi di sebabkan karena manusia itu tidak dapat hidup sendirian ( manusia sebagai makhluk sosial ). Manusia perseorangan ( individu ) memiliki kelebihan dan kekurangan dalam segala hal sehingga manusia akan saling menutupi kekurangannya apabila bekerja sama. Menurut persepsi agama islam mencintai sesama manusia itu merupakan suatu kewajiban. Demikian pula adanya perbedaan warna kulit , ras dan etnis atau perubahan fisik manusia, justru untuk saling memperkenalkan diri ( saling mengenal ). Bahkan dalam batas suatu kepercayaan, sesama manusia di anggap masih saudara ( saudara seiman ). Dalam pepatah sering di katakan “ kalau tidak kenal maka tak sayang “, berarti kenal di sini untuk di lanjutkan dengan saling menyayangi atau saling mencintai di antara manusia.
Adil dan belas kasih ( cinta )
Sering orang berpendapat bahwa belas kasih atau cinta itu di atas keadilan. Dengan pendapat tersebut mereka bermaksud bahwa perilaku yang di gerakkan ( di motivasi ) oleh rasa keadilan. Pendapat tersebut dalam kenyataanya dapat benar dan dapat pula salah. Suatu saat dapat saja belas kasih ( cinta ) tuntutannya adalah keadilan.[13]
Contoh peristiwa : seorang pencuri tertangkap sedang melakukan pencurian, lalu ia minta maaf kepada orang banyak supaya di beri belas kasoih, tidal di bawa kekantor polisi. Peristiwa ini di katakan “ belas kasih di atas keadilan” , padahal hukuman kepada pencuri itu adalah hak warga masyarakat.
Contoh peristiwa lainnya : seseorang yang di penajara karena menentang hukum, akan di beri ampunan oleh presiden, maka di katakan “ belas kasih di atas rasa keadilan “ . pendapat demikian salah, sebab keadilan dapat pula memastikan ia tidak di penjara. Maka dalam peristiwa ini belas kasih dan keadilan sama tuntunannya. Dari uraiannya contoh di atas, pendapat  “ belas kasih di atas keadilan “ itu benar apabila yang memberi kasih itu di lakukan sedangkan keadilannya milik orang lain, maka pendapat “ belas kasih di atas keadilan “ itu tidak benar
Pertemuan dan cinta
Gabriel marcel, seorang filsuf kelahiran paris ( 1889 – 1973 ), mengemukakan hakikat pertemuan atau kehadiran dan cinta. Kodrat sosial manusia atau hubungannya dengan orang lain, yang hanya berdasarkan kecenderungan kecenderungan biologis dan psikologis manusia, tidak menghasilkan hidup bersama yang sejati. Orang yang mengikuti kecenderungan kecendrungan itu mewujudkan hubungan dengan orang lain atas taraf biologis san psikologis, tetapi belum tentu mereka bertemu dengan orang lain sebagai pribadi, secara pesona. Dan inilah yang menentukan arti kodrat sosial manusia yakni bahwa aku sebagai pribadi bertemu orang lain sebagai pribadi. Maka hubungan antara orang di anggapnya sebagai hubungan personalistis, “ kehadiran ini di realisasikan secara istimewa dalam cinta. Di sini “aku” dan “engkau” mencapai taraf  “ kita “ “aku” dan “engkau” di angkat menjadi suatu kesatuan baru yang tidak mungkin di pisahkan ke dalam dua bagian.[14]
Pertemuan antara dua orang ialah anatara “ aku” dan “engkau” yang saling mebuka hati melalui gerak dan kata. Dalam pertemuan terjadi saling membuka hati , saling menyerahkan diri , terbuka dan jujur. Dalam pertemuan pikiran-pikiran egoistis di lepaskan, sebaliknya di bangkitkan kesediaan dalam situasi bersama. Hubungan “aku” dengan “engkau” adalah hubungan dinamis, berkembang yang di mulai dengan kepercayaan sampai lebih nyata dalam cinta dan persahabatan
Hubungan antara dua orang memuncak dalam hubungan cinta itu adalah anugerah tuhan. Syarat cinta ialah kerendahan hati pada orang yang memanggil, kesediaan pada orang yang di panggil, dalam cinta unsur individualitas maish tetap ada, hanya di tutupi dengan berbagai pengorbanan, tetapi demi cinta pila. Cinta tidak dapat di ukur secara objektif. Bahkan sulit sekali untuk mengetahui apakah saya sendiri mencintai seorang lain atau tidal karena kita mencakup seluruh eksistensi manusia.
Dalam cinta timbul communion, kebersamaan yang sungguh-sungguh komunikatif, “ mencintai “ selalu mengandung suatu imbauan ( invocation ) kepada sesama. Kebersamaan dalam cinta ini, menurut kodratnya, harus berlangsung terus, tidak terbatas pada satu saat juga. Karena itu, dalam pengalaman cinta terkandung juga bahwa “aku” mengikat diri dan tetap setia. Kesetiaan itu sanggup membaharui dan memperkokoh cinta.
Akan tetapi, suatu saat cinta dapat putus secara mendadak karena adanya pengkhianatan terhadap partner dalam cinta. Bila yang di cintai tidak cocok dengan gambaran semula tentang dia, ia tetap dapat di cintai. Tetapi pada suatu saat mungkin ia mengakui : aku ditipu. Ini hanya mebuktikan bahwa dalam cinta, tetap ada kemungkinan untuk memandang adanya pelaku ketiga. Ini merupakan kritik dan kewaspadaan terhadap cinta. Untuk lebih waspada, perlu di kaji konsep cinta dalam ajaran agama.
Rasa kasihan, cinta, dan persahabatan
Tak ada seorang pun yang mau hidup tanpa sahabat. Dan yang mebuat kita bermoral adalah adanya perhatian kita secara pribadi terhadap orang-orang yang paling dekat dengan kita. Baru setelah itu, kita memberi perhaian kepada banyak orang yang belum pernah kita temui, dan kepada manusia pada umumnya. Persahabatan di jalin dalam bentuk pengalaman, mungkin karena kesamaan tujuan, profesi, dan sebagainya. Inti persahabatan ialah adanya kesediaan untuk saling berkorba, bukan dalam konteks materi, melainkan lebih dari itu, berupa nilai nilai rasa kemanusiaan dan seterusnya. Persahabatan juga dapat terjalin karena berada dalam situasi yang sama, atau jalan pikiran yang sama dalan menghadapai suatu kehidupan. Persahabatan pun juga dapat merenggang karena adanya perbedaan dalam berbagi segi ( segi yang merintis persahabatan ) bahkan samapai pada taraf konflik kalau perbedaan segi-segi tersebut sangat tajam. [15]
Perasaan kasih secara harfiah berarti “ masa depan “. Dalam pengertian ini, perasaan perasaan sosial kita yang paling mendasar, dasar seluruh moralitas dan merupakan perekat emosional yang menghimpun masyarakat dan akhirnya seluruh kemanusiaan bersama sama. Adanya rasa kasihan yang di tanamkan dalam akhlak, mebantu seorang menjadi pemurah. Sebab sering terdapat di kotomi antara tuntunan moralitas dengan watak egois.
Rasa kasihan adalah seperti emosi, mempunyai kekuatan untuk mendorong kita. Sering kita bertindak memberikan bantuan kepada orang, bukan karena dorongan hati atau merasa kasihan, sebelum kita mengerti apa permasalahannya. Tetapi perlu di ingat bahwa rasa kasihan selalu menyangkut kepentingan dan kebahagiaan orang lain. Walaupun ada istilah “ kasihan dir “ umumnya orang tidak dapat berbicara tentang mengasihi diri sendiri.
Rasa kasihan tidak hanya sekadar perekat yang menghimpun orang bersama sama melalui perhatian timbal balik. Rasa kasihan merupakan hubungan konseptual anatara persoalan persoalan pribadi seseorang yang paling spontan dan tuntutan tuntutan moralitas yang di arahkan oleh orang lain.
Rasa kasihan merupakan sentimen yang kita rasakan terhadap orang lain ataupun kepada binatang. Sentimen dalam hal ini adalah suatu emosi yang abstrak. Sentimen ini tidak membeda bedakan orang yang kita kenal dengan baik dan orang yang tidak kenal. Tetapi , rasa kasihan ini juga dapat merupakan bibit dari apa yang di namakan cinta.
Rasa kasihan yang lebih intim dan di tunjang oleh berbagai emosi di kelompokkan kedalam pola hubungan cinta. Cinta ini pengertiannya khusus sekali, bahkan sifatnya ekslusif. Seseorang dapat saja bersahabat, tetapi sahabat sejati sedikit sekali jumlahnya, terbatas hanya untuk sekelompok kecil orang yang terpilih yang paling di kenal dan yang paling di perhatikan. Cinta malah lebih khusus lagi, kerap terbatas pada anggota keluarga sendiri atau pada kelompok intim. Dan cinta “romantis” dalah emosi yang terbatas pada seseorang dan hanya pada satu orang, seperti misalnya lembaga perkawinan. Tetapi, ada bermacam macam cinta  ( bukan dalam arti romantis ) yang berlaku bagi siapa saja, di mana saja tanpa kecuali ( cinta kristiani ). Dalam islam di katakan : “sesungguhnya seluruh orang mukmin itu bersaudara”( QS.49:10 ) dalam ajaran agama islam, mengasihani dan mencintai lebih di tekankan dalam konteks theologi, dan gambaran mengasihani dan mencintainya dengan gambaran “saudara” ( pertalian keluarga ) meskipun dalam bentuk praktek di tujukan kepada orang yang tidak ada pertalian darah.
Cinta sebagai satu satunya dasar hidup manusia sejak lama dan berabad, telah menjadi fokus perhatian manusia. Dalam berbagai aspek kehidupan seperti nyanyian dan seterusnya, cinta selalu di jadikan “segala galanya”  meskipun dalam praktek sering kita melihat perbuatan perbuatan yang jauh dan bertolak belakang dengan simbol simbol cinta, seperti perang, sadisme dan sebagainya. Maka kita bertanya, kapan tegaknya cinta di dunia ini ?
Cinta menurut ajaran agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat di pahami dengan mudah tanpa di kaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup, manusia masih medambakan tegaknya cinta dalam kehidupa ini. Di satu pihak cinta di dengung dengukan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di lain pihak, dalam praktek kehidupan, cinta sebagai dasar hidup jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia. Tidak kurang seorang nabi yang bernama ibrahim mendapat kritik tentang cinta. Suatu saat ibrahim mendambakan seorang anak. Setalah lahir anak yang di cintainya ( ismail ), ternyata cinta ibrahim kepada anaknya dapat menggeser cintanya kepada penciptanya sendiri sehingga tuhan mencobanya dengan menyuruh ibrahim menyembelih anaknya. Perintah ini menumbuhkan konflik dalam diri ibrahim apa yanh harus di cintai, tuhan atau anaknya.[16]
Cuplikan peristiwa ini meberikan indikasi kepada kita bahwa cinta itu harus proporsional dan adil, jangan lupa diri karena cinta. Untuk itu agama memberikan tuntunan tentang cinta. Berbagai bentuk cinta ini terdapat di al quran
Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Hal ini di lukiskan dalam al quran sebagai berikut :
“Dan di antara tanda tanda kekuasaanya ialah dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan di jadikanya di antaramu rasa kasih sayang sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda bagi kamu yangberpikir” (QS.3:14).
Cinta seksual merupakan bagian dari kebutuhan manusia yang dapat melestarkan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama anatara suami dan istri. Seks merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.[17]
Cinta kebapakan
Cinta ibu kepada anaknya,atau dorongan keibuan, merupakan dorongan fisiologis.artinya terjadi perubahan perubahan fisiologis dn fisis yang terjadi pada diri si ibu sewaktu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Dengan kebapakan tidak seperti dorongan keibuan, tetapi dorongan psikis. Hal ini tampak dalam cinta bapak kepada anaknya karena ia merupakan sumber kesenangan dalam kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapakdalam kehidupan, dan tetap tetaap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Hal ini tampak jelas pada cinta nabi yaqub a.s kepada putranya yusufa.s yang membangkitkan cemburu adiknya dan cengki saudara saudaranya yang lain.
“.....sesungguhnya yusuf dan saudara kandungnya ( bunyamin ) lebih di cintai oleh ayah kita daripada kita sendir,padahal kita ini adalah satu golongan ( yang kuat )....” (QS.12:8 ).
Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih, dan spiritual adalah cintanya kepada Allah.
“ya tuhanku, sesungguhnya anaku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji engkau itulah yang benar. Dan engkau adalah hakim yang seadil adilnya....” 9 (QS.3:31).
Cinta seorang mukmin kepada allah melebihi cintanya kepada segala yang seuatu yabg ada di dalam kehidupan ini, melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, anak anaknya, istrinya , kedua orang tuanya, keluarganya dan hartanya.
“katakanlah : jika bapak bapak, anak anak saudara saudara istri istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakann, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari allah dan rasulnya dan dari berjihad di jalannya maka tunggulah sampai allah mendatangkan keputusannya dan allah tidak memberi petunjuk kepada orangg orang yang fasik (QS.9:24)
Cinta yan ikhlas seorang manusia kepada allah akan merupakan pendorong dan mengarahkannya kepada penundukan semua bentu kecintaan lainnya. Cinta kepada allah akan membuat seseorang menjadi mencintai sesama manusia , hewan, semua makhluk allah, dan seluruh alam semesta. Hal ini terjadi karena semua yang wujud di pandang sebagai manifestasi tuhannya, sebagai sumber kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.[18]
Cinta kepada rasul ( muhammad )
Cinta kepada rasul muhammad merupakan peringkat kedua  setelah cinta kepada allah. Hal ini di sebabkan karena rasul muhammad bagi kaum muslimin merupakan contoh ideal yang sempurna bagi manusia, baik dalam tingkah laku, moral , maupun berbagai sifat luhur lainnya.
“dan sesungguhnya kamu benar benar berbudi pekerti yang agung” (QS.68:4)
Cinta kepada  rasul muhammad ialah karena beliau merupakan suri tauladan, mengajarkan al quaran dan kebijaksanaan. Muhammad telah menanggung derita dan berjuang dengan penuh tantangan sampai tegaknya agama islam.
Cinta kepada ibu bapak
Cinta kepada ibu bapak dalam ajaran agama islam sangat mendasar, menentukan ridha tidaknya tuhan kepada manusia. Sabda nabi muhamad saw.
“keridhoan allah bergantung pada keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan alah bergantung pada kemurkaan kedua orang tua pula” ( haidts riwayat at turmudzy )
Khusus mengenai cinta kepada orang tua ini, tuhan memperingatkan dengan keras melalui ajaran akhlak mulia dan langsung dengan tata kramanya.
“dan tuhanmu telah memerintahkan suapaya kamu jangan menyembah selain dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik baiknya , jika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali kai janganlah kamu mebentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah : wahai tuhanku, kasihanilah mereka keudanya sebagaimana  mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil (QS.17:23-24) [19]
Seluruh uraian tentang konsep cinta menurut ajaran agama islam meberikan kejelasan kepada kitabahwa makna cinta menurut ajaran agama berbeda dengan makna cinta menurut kajian filsafat. Konsep cinta menurut ajaran agama sifatnya lebih realistis dan operatif , sedangkan dalam konsep filsafat gambarannya bersifat abstrak. Dalam agama , cinta adalah suatu dinamisme aktif yang berakar dalam kesanggupan kita untuk memberi cinta dan menghendaki perkembangan dan kebahagiaan orang yang di cintai. Apabila ada orang egois tak dapat mencintai orang laim, sesungguhnya ia sendiri tidak dapat mencintai dirinya sendiri.karenanya, kosnep cinta dalam ajaran agama islam di rinci cinta bersifat menyeluruh dan eksistensial. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila wawasan pemahaman ini di padukan dalam pola pikir dan pola tindak seseorang guna mencapai segi kemanusiaan dan aspek theologisnya cinta.

MANUSIA DAN PENDERITAAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia mempunyai pikiran dan perasaan yang kadang menjadikan rasa tidak nyaman, rasa sakit, dan merasa tersiksa. Hal tersebut tentu tidak diinginkan, dan sengaja atau tidak seorang manusia melakukannya pastinya ingin mencapai hidup yang jauh dari penderitaan seperti itu.
Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau menanggung. Menurut Kamu Besar Bahasa Indonesia, derita artinya menanngung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian penderitaan merupakan lawan kata dari kesenangan atau kegembiraan.[20]
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian penderitaan merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan.[21]
Penderitaan mempunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhra (Bahasa Sansekerta), yang berarti menahan atau menanggung. Penderitaan adalah beban phisik atau jiwa manusia yang dapat menekan diri manusia. Pendapat Franklien J. Meine menyatakan bahwa penderitaan (Suffering) adalah keadaan yang berhubungan dengan rasa sakit, tak menyenangkan hati, menderita rugi, dan suka menderita. Penderitaan didalamnya mengandung rasa sakit, siksaan dan neraka.[22]
Kata penderitaan berasal dari kata “derita” (dhra dalam bahasa Sansekerta), artinya menahan atau menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan, baik itu secara lahir maupun batin. Penderitaan tidak pernah dipisahkan dari kehidupan manusia, yang berupa keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.[23]
Penderitaan juga bisa berarti sesuatu yang tidak diinginkan untuk terjadi. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir, batin atau gabungan dari keduanya. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.[24]
Berbagai macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Selanjutnya bagaimana manusia dalam menghadapi penderitaan hidupnya. Penderitaan fisik yang dialami manusia dapat diatasi dengan cara medis, sedangkan penderitan psikis, cara penyembuhannya adalah bagaimana kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.[25]
 Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.
    Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.
Dalam kitab suci Agama manapun terdapat banyak surat dan ayat yang menguraikan adanya penderitaan yang dialami oleh manusia. Hal tersebut berisi tentang peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Seperti daalam Qur’an Surat Al-Balad, ayat 4, كَبَدٍ فِى ٱلْإِنسَٰنَ خَلَقْنَا لَقَدْ yang artinya: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” Dengan seruan itu menandakan bahwa manusia sebagai makhluk hidup, hidupnya penuh dengan perjuangan. Ia harus dapat bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya. Ia harus mampu menaklukan alam, menghadapi masyarakat sekelilingnya dan tidak boleh lupa untuk bertaqwa kepada Tuhan. Apabila manusia melalaikan salah satu dari padanya, atau kurang sungguh-sungguh menghadapinya, akibatnya manusia akan menderita. Penderitaan ini bisa jadi kapan saja dan kepada siapa saja. Penderitaan dating tidak pandang bulu. Untuk itulah, manusia agar bekerja keras agar terlepas dari penderitaan. Berbagai kasus penderitaan dalam kehidupan manusia sering dijadikan salah satu gagasan atau tema karya filsafat dalam bentuk karya seni, misalnya: Epos Ramayana, Mahabarata, Romeo dan Yuliet, Laila Majnun, Roro Mendud, dan sebagainya.[26]
Sumber penderitaan yang dialami oleh manusia terdapat banyak dimensi yang semua dimensi merupakan satu kesatuan utuh. Ini menurut pandangan monopruralisme, yang memandang manusia mempunyai banyak aspek sebagai satu kesatuan yang monodualis. Manusia mempunyai dimensi-dimensi kebendaan (alam), individu, sosial, jiwa, tuhan, dan sebagainya.
Derita secara umum juga mempunyai arti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
Dimensi-dimensi tersebut menimbulkan berbagai kebutuhan manusia, untuk memenuhi berbagai dimensinya ini  dapat ditujukan semakin manusia mengetahui hakikatnya dari manusia semakin banyak jenis-jenis kebutuhannya. Seperti Abraham Maslow memerinci kebutuhan manusia kedalam delapan macam secara bertingkat.
Agar mempermudah untuk memahami hubungan dimensi manusia dan kebutuhan manusia, disini disederhanakan berbagai dimensi dan kebutuhan itu hanya dibedakan atas aspek kejasmanian (phisik), kejiwaan (psikis), dan sosial.
Sehingga kebutuhan manusia cukup dibedakan antara kebutuhan phisik, psikis, dan sosial.
  1. Kebutuhan phisik (Basic Needs) meliputi makan, minum, bernapas, pakaian, tempat tinggal, seks, kesehatan dan sebagainya.
  2. Kebutuhan psikis (psichologyzal needs) meliputi, keindahan,kenikmatan, moral, ilmu pengetahuan, religious, dan sebagainya.
  3. Kebutuhan sosial (social needs) meliputi pergaulan, kekeluargaan, persahabatan, berkelompok, berkomunikasi, dan sebagainya.
Menurut Abraham Moslow bahwa manusia mempunyai dorongan (motivasi) yang paling mendasar yaitu dorongan untuk memenuhi kebutuhan phisik, baru kemudian secara bertingkat tumbuh dorongan untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang lebih tinggi. Kadang kala antara keinginan pemenuhan kebutuhan tidak sesuai dengan kemampuan dirinya dan faktor pendukung luar.[27]
Penderitaan yang dapat dialami manusia ada yang berat dan ada yang ringan. Dalam setiap penderitaan ada yang dapat diambil pelajarannya dan adapula yang tidak bisa menjadikan penderitaan tersebut sebagai pelajaran yang bisa menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Jadi, belum tentu penderitaan itu tidak bermanfaat. Tergantung pada manusianya apakah bisa menjadikan pelajaran atau sebaliknya.
Adapun contoh yang dapat memberikan hikmah / pelajaran dari penderitaan yang dialami oleh tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme. Seperti Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh dengan penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya pernah mengutuk tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan anggota keluarganya, termasuk ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kiergaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat ayahnya. Keadaan demikian sebelum kiergaard muncul sebagai filsuf, menyebabkan dia mencari jalan membebaskan diri (kompensasi) dari cengkraman derita dengan jalan mabuk-mabukan. Karena derita yang tak kunjung padam, kiergaard mencoba mencari “hubungan” dengan tuhannya, bersamaan dengan keterbukaan hati ayahnya dari melankoli. Akhirnya ia menemukan dirinya sebagai filsuf eksistensial yang besar.
Penderitaan Nietzche (1844-1900), seorang filsuf Prusia, dimulai sejak kecil, ia sering sakit, lemah, serta kematian ayahnya ketika ia masih kecil. Keadaan ini menyebabkan ia suka sendiri, membaca dan merenung diantara kesunyian sehingga ia menjadi fisuf besar.
Lagi lagi dengan filsuf Rusia Berdijev (1874-1948). Sebelum ia menjadi filsuf, ibunya sakit-sakitan. Ia menjadi filsuf juga akibat menyaksikan masyarakat yang sangat menderita dan mengalami ketidakadilan.
Sama halnya dengan filsuf Sartre (1905-1980) yang lahir di Paris, Perancis. Sejak kecil fisiknya lemah, sensitive, sehingga ia menjadi cemoohan teman-teman sekolahnya. Penderitaanlah yang menyebabkan ia belajar keras sehingga menjadi filsuf besar.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negative dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.
Contoh lain ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia enam tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).[28]


Penderitaan merupakan realitas manusia di dunia. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Penyebab munculnya penderitaan:
1.      Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia.
Penderitaan muncul disebabkan hubungan antar manusia dengan lingkungan sekitarnya, baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidakharmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. Contohnya pada hubunga bermasyarakat, adakalanya di dalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh, atau menjelek-jelekkan. Dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut.
Dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekkan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan di dalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidakharmonisan dengan sesame, ketidakharmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. Contohnya apa yang sedang terjadi saat ini, yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. Karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia, maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. Penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka. [29]
2.      Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit atau siksaan.
Penderitaaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan. Penderitaan ini baik penyakit jasmani maupun penyakit jiwa, misalnya penyakit kudis, lepra, sakit hati, penyakit ganas lainnya. Namun kesabaran, tawakkal, dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam yang dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat dapat diungkap sebagai berikut ini: seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan. Diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat, dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas dan akhirnya mendapat gelar doktor di Universitas Sourbone Prancis. Dia adalah Prof. Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.[30]
Penderitaan akibat siksaan, Penderitaan ini merupakan siksaan dari tuhan pada diri manusia karna dosa-dosa manusia. Misalnya tenggelamnya raja fir’aun, derita nabi ayyub, bencana alam.
MANUSIA DAN KEADILAN
Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalu dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak, atau tidak sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak, atau tidak sewenang-wenang.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melakukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri.  Cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan. Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap diri kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki ciri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hukum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
 Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Pengertian keadilan menurut beberapa tokoh yaitu:
a.                          Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem  yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung tersebut  menyangkut dua orang atau benda. Dan kedua orang tersebut atau kedua  benda tersebut harus mepunyai porsi atau ukuran yang sama itu yang dinamakan adil dan jika tidak seukuran itu namanya ketidal adilan. Arti mudahnya keadilan adalah tidah berat sebelah atau bisa di sebut dengan sama.
b.                          Menurut Plato, keadilan merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal.
c.                          Menurut secorates, keadilan merupakan proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pemimpin pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
d.                         Kong Hu Cu Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Dari beberapa pendapat terbentuklah pendapat yg umum, yg di katakan ” Keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.”.
e.                          Charles E. Merriam
dalam bukunya Systematic Politics menghubungkan dengan tujuan Negara. Menurut Meriam, “Keadilan terwujud dalam system dimana terhadap saling pengertian dan prosedur-prosedur yang memberikan kepada setiap orang apa yang telah disetujui dan telah dianggap patut. Dari keadilan tersebut Meriam mengumpamakan adanya system nilai dalam hubungan individu didalam masyarakat agar individu setiap individu/setiap orang memperoleh bagiannya berdasarkan nilai-nilai tersebut. Karena system nilai itu dipakai dalam kehidupan bernegara, maka keadilan sebagai nilai sering tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itulah dibentuklah penjaga keamannan dan ketertiban Negara., seperti : kepolisian, militer, dan badan-badan peradilan/kehakiman-badan penegak hukum.
f.                           Prof. I. R. Poedjowojoto
Secara umum menurut Prof. I.R. Poedjowojoto, “Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan terhadap haknya.
g.                          Keadilan menurut ajaran agama
Agama mempunyai ajaran-ajaran tentang keadilan. Pelanggaran terhadap salah satu atau sebagian besar terhadap larangan-larangan agama akan berakibat dosa, misalnya korupsi, menumpuk kekayaan yang sebenarnya hasil pengambilan tidak sah dari milik orang lain (terutama dari mereka yang lemah dan tidak tahu haknya). Pengadilan terhadap doa itu dilaksanakan di akhirat nanti. Namun bagi umat beragama dosa tersebut dirasakan sebagai hukuman pengadilan sanksi hukuman pengadilan di dunia. (contoh : sinetron TV berjudul “markamah”).
h.                          Keadilan dan hasil seni
Jelaskan bagi kita bahwa keadilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Itulah sebabnya maka peristiwa-peristiwa keadilan dapat menimbulkan daya kreativitas para seniman untuk menciptakan karya seni, sehingga banyak kita jumpai hasil-hasil seni yang mengekspresikan keadilan.Peristiwa keadilan juga sering kita lihat, kita dengar atu kita baca dari masa seperti :
1.      Mayat terpotong-potong di Jakarta dan Sukabumi
2.      Pristiwa Sengkon dan Karta
3.      Proses pengadilan penyelundup kelas kakap Atau kemukakan contoh-contoh peristiwa yang baru terjadi.[31]
Berbagai Macam Keadilan
1.      Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan sunoto menyembunyikan keadilan legal.
Keadilan timbul kerena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan asas keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri  tugas dan urusan yang tidak cocok baginya. Keadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.
2.      Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
Dalam negara, pejabat pemerintah harus bersikap dan bertindak adik tanpa pandang bulu. Bila hal ini dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan ciri-ciri adil yaitu tidak memihak, sama hak, bersifat hukum, sah menurut hukum, layak, wajr dan benar secara moral, maka tidak akan ada kericuhan baik didalam sidang pengadilan maupun di instansi mana saja.
3.      Keadilan Komulatif
Keadilan ini bertujuan mememlihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum,. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung eksterm menjadikan ketidakadilan dan akan meriusak atau bahkan menghacurkan pertalian dan masyarakat.
4.      Keadilan Sebagi Kebutuhan Naluri Masyarakat
John Locke mengemukakan bahwa manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya semenjak lahir. Hak alamiah ini :
a.       Hak akan hidup
b.      Hak akan kebebasab atau kemerdekaan
c.       Hak akan memiliki sesuatu.
Diantara ketiga hak alamiah itu yang terpenting adalah hak akan hidup. Dari hak akan hidup itulah kemudian muncul hak-hak yang lain, yang saat ini dinamakan hak azasi manusia. Masalah keadilan selalu membicarakan sejauh mana individu itu mendapatkan hak-haknya sesuai dengan kewajiban yang telah dipenuhinya.
Hak-hak yang timbul dengan adanya hak-hak azasi itu antara lain:
a.       Personel Right (hak azasi pribadi)
b.      Property Right (hak azasi ekonomi, hak memiliki sesuatu, hak membeli/menjual barang-barang miliknya)
c.       Rights of legal equality (hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintah.
d.      Political Rights (hak azasi politik, hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak dipilih dan memilih)
e.       Social anf Culture Rights (hak untuk memilih bjenis dan jenjang pendidikan serta mengembangkan kebudayaan untuk disukai)
f.       Procedure Right (hak untuk mendapatkan perlakuan atau tata cara peradilan dan perlindungan, misalnya penangkapan, penahanan, penggeledahan.
5.      Pengertian keadilan sosial
Keadilan sosial mempunyai satu arti yaitu Social Justice, yang sangat erat berhubungan erat dangan suatu isme, ajaran, atau pandsangan hidup. Kata keadilan sosial dan Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung makna gotong-royong, jadi tidak ada hubungannya dengan keadilan komutatif dan keadilan distributif., walau azasnya tetap bersumber pada pengertian keadilan seperti dijelaskan didepan.
Keadilan sosial pengertiannya juga untuk kepentingan sosial, kepentingan bersama, kepentingan komunal. Gotong-royong mempunyai arti suatu usaha bersama, pelaksanaan bersama atau mengerjakan suatu peranan bersama yang hasilnya dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama. Didalam suatu negara, kemakmuran bersama atau kesejahteraan sosial dan tercapai jika ada keadilan sosial.
Kejujuran
Kejujuran, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti kelurusan hati atau ketulusan hati. Seseorang dikatakan jujur apabila ia memiliki kelurusan atau ketulusan hati. Hati yang tulus atau lurus adalah hati atau perasaan yang ada pada diri seseorang dan memiliki nilai yang baik. Lawan dari seseorang yang hatinya jujur ialah orang yang hatinya tidak bersih dan bersifat curang, sehingga tidak baik dan biasanya bicaranya berbelit-belit.
Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani.Menurut M. Alamsyah dalam bukunya budi nurani, filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Di dalamnya tersimpan getaran kejujuran atau ketulusan yang selalu mengarah kepada kebenaran lokal maupun kebenaran ilahi. Apabila dikembangkan, nurani dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi, getaran kejujuran ataupun ketulusan dapat ditingkatkan menjadi suatu keyakinan. Atas keyakinan yang terdapat dalam diri seseorang, kita dapat mengetahui kepribadiannya. Oleh karena itu, kita dapat menilai bahwa orang yang memiliki ketulusan tinggi akan memiliki keyakinan yang matang, sebaliknya seseorang yang hatinya tidak bersih dan mau berpikir 11 curang memiliki kepribadian yang buruk dan rendahdan sring tidak yakin kepada dirinya. Apa yang ada dalam nuraninya banyak dipengaruhi oleh pemikirannya yang kadang-kadang justru bertentangan. [32]
Dengan bertolak ukur dari hati nuraninya, seseorang dapat ditebak dengan perasaan moril dan susilanya, yaitu perasaan yang dihayati apabila harus menentukan pilihan, apakah hal itu baik atau buruk, benar atau salah. Hati nurani selalu bertindak sesuai dengan normanorma kebenaran. Manusia yang mau mengikutinya akan memiliki kejujuran dan menjadi manusia jujur. Sebaliknya, orang yang secara terus-menerus berpikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya, akan selalu mengalami konflik batin. Ia akan terus mengalami ketegangan dan sifat kepribadiannya yang semestinya tunggal jadi terpecah. Keadaan ini akan sangat berpengaruh pada jasmani ataupun rohaninya, sehingga dapat menimbulkan penyakit yang disebut psikoneurosa, Adapun wujud dari perasaan etis atau susila ini antara lain dapat berupa kesadaran akan kewajiban, rasa keadilan, dan juga ketidakadilan. Nilai-nilai etis tersebut diambil berdasarkan kaitannya antara hubungan manusia yang satu dan manusia yang lain.
Selain nilai etis yang terkait erat antar sesama manusia, hati nurani terkait erat juga dalam hubungan antara manusia dan Tuhan. Dalam hal ini, manusia yang memiliki budi nurani yang amat peka dalam hubungannya dengan tuhan adalah manusia agama yang selalu ingat kepada-Nya sebagai sang pencipta, selalu mematuhi apa yang diperintah-Nya, berusaha untuk tidak melanggar larangan-Nya, selalu mensyukuri apa yang diberikan-Nya, selalu merasa dirinya berdosa apabila tidakmenuruti apa yang digariskan-Nya, dan akan selalu gelisah tidur apabila belum menjalankan ibadah untuk-Nya. Dalam sebuah hadits di sebutkan yang artinya sebagai berikut : Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau berbuat jujur, sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebajikan dan kebajikan akan menunjukkan ke surga. Orang yang menetap kepada kejujuran dan terus menerus berada dalam kejujuan sehingga dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur. Janganlah engkau berbuat dusta, sesungguhnya dusta akan menunjukkan kepada kedurhakan, dan kedurhakaan akan menunjukkan kepada neraka. Orang yang menetap dalam dusta dan terus menerus melakukan dusta sehingga dicatat oleh Allah sebagai pendusta. (H.R. Muttafaqun Alaih)
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan.
Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
Yang dimaksud dengan kecurangan (fraud) sangat luas dan ini dapat dilihat pada butir mengenai kategori kecurangan. Namun secara umum, unsur-unsur dari kecurangan (keseluruhan unsur harus ada, jika ada yang tidak ada maka dianggap kecurangan tidak terjadi) adalah:
a.       Harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation) dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present).
b.      Fakta bersifat material (material fact) dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or recklessly) dengan maksud (intent) untuk menyebabkan suatu pihak beraksi.
c.       Pihak yang dirugikan harus beraksi (acted) terhadap salah pernyataan tersebut (misrepresentation) yang merugikannya (detriment).
Kecurangan dalam tulisan ini termasuk (namun tidak terbatas pada) manipulasi, penyalahgunaan jabatan, penggelapan pajak, pencurian aktiva, dan tindakan buruk lainnya yang dilakukan oleh seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasi/perusahaan.
Terdapat empat faktor pendorong seseorang untuk melakukan kecurangan, yang disebut juga dengan teori GONE, yaitu:
a.       Greed (keserakahan)
b.       Opportunity (kesempatan)
c.        Need (kebutuhan)
d.      Exposure (pengungkapan) Faktor Greed dan Need merupakan faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual). Sedangkan faktor Opportunity dan Exposure 13 merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (disebut juga faktor generik/umum).
Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik berarti mengembalikan nama baik seseorang yang semula dinilai tidak baik, sehingga pada saat penilaian tersebut ditiadakan atau dicabut, orang tersebut akan memiliki nama baiknya kembali. Dalam hubungannya dengan keadilan, merupakan hal yang adil dan manusiawi apabila seseorang yang pada suatu waktu dinilai sudah baik, berhak memperoleh nama baiknya kembali. Di sini lebih jelas lagi letak kelebihan manusia daripada makhluk tuhan yang lain, yaitu memiliki nama yang bisa baik, sehingga martabatnya sebagai makhluk tertinggi dapat ditentukan tinggi atau rendah. Berhubungan dengan pengembalian nama baik ini, dalam pemerintahan dikenal adanya rehabilitasi martabat, yaitu pemulihan martabat dalam nama baik, disertai atau tidak disertai ganti rugi, dan pemulihan jabatan atau kedudukan seseorang yang telah dikenakan hukuman administrasiatau pengadilan yang menyebabkan ia kehilangan martabatnya. Rehabilitasi dalam pengertian demikian bisa juga dilakukan pengadilan kepada seseorang yang dinyatakan pailit oleh pengadilan. Namun setelah semua orang yang berpiutang kepadanya kemudian menyatakan telah lunas, berarti orang yang berutang telah membayar atau melunasi utangnya.
Dalam kaitannya dengan pemerintahan, hanya presiden RI-lah yang mempunyai hak memberikan rehabilitasi (UUD 1945 bab III pasal 14). Erat kaitannya dengan rehabilitas adalah grasi, amnesti, dan abolisi. Grasi berasal dari kata gratia yang berarti rahmat atau karunia, sehingga grasi berarti pengampunan hukuman, baik sebagian maupun seluruhnya. Dalam arti tertentu, grasi adalah penghapusan sepenuhnya atau bersyarat, pengurangan atau penggantian hukuman. Grasi inipun dalam pemerintahan diberikan oleh presiden RI berdasarkan UUD 1945. [33]
Sedangkan amnesti adalah pengampunan terhadap seseorang yang melakukan kesalahan dan telah diadili, tetapi diberikan pengampunan dibebaskan dari keputusan menjalani hukuman, amnesti dapat juga diberikan kepada mereka yang sedang menjalani hukuman. Misalnya, pemberian amnesti pada hari kemerdekaan atau pada hari ulang tahun penguasa atau sebagai perjudia politik. Dalam amnesti, kesalahan tetap kesalahan, jadi tidak sama dengan kebebasan tuduhan [34]
Akhirnya yang disebut abolisi adalah penghapusan tindak pidana serta penghentian penuntutan pidana serta penghentian penuntutan pidana.Jika hal ini telah dijalankan, tindak pidana serta akibat-akibatnya dianggap tidak pernah ada 14 Dari keempat pengertian tersebut di atas, yaitu rehabilitasi, grasi, amnesti, dan abolisi dapatlah ditarik kesimpulan bahwa melalui UUUD 1945 Bab III Pasal 14, presiden RI dapat memberi jalan bagi warga negaranya yang salah untuk memulihkan nama baiknya melalui tingkatan-tingkatan tertentu. Bergantung pada kesalahan yang dilakukan serta kesempatan yang diberikan. Kiranya ini juga dapat diartiakan sebagai perwujudan dari sila kedua pancasila.[35]
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrih, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.
Pembalasan Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena itu manusia tidak 15 menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.
BAB II
PENUTUP
Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan :
Cinta-kasih mencakup seluruh obyek, tanpa mengenal agama, bangsa, dan suku, oleh karena itu cinta-kasih bersifat abadi. Cinta-kasih didasarkan oleh rasa tanggung-jawab, bukan rasa ingin memiliki; sehingga cinta-kasih tidak mengenal rasa cemburu, dengki dan iri.
 Penderitaan disebabkan oleh rasa kurang dan rasa takut terhadap sesuatu. Penderitaan termasuk penyakit batin manusia. Oleh karena itu, cara mengatasi penderitaan adalah dengan menumbuhkan kesadaran diri terhadap eksistensi Tuhan. Setiap orang akan mendapatkan penderitaan yang bentuk dan sifatnya berbeda, maka dalam kehidupan kita apabila siap menerima cinta harus siap pula menerima penderitaan yang mungkin saja akan terjadi.
Keadilan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Yang menjadi ukuran dalam keadilan adalah hak dan kewajiban. Hak adalah bayaran atas pemenuhan kewajiban, sementara kewajiban adalah hal yang harus diselesaikan sebagai tanggung jawab atas jabatan atau peran seseorang. Keadilan pada umumnya sulit diperoleh. Dalam hal ini setiap manusia dalam memperoleh keadilan biasanya memerlukan pihak-pihak terkait atau pihak ketiga sebagai penengah dengan harapan pihak tersebut dapat bertindak adil terhadap pihak-pihak yang berselisih.











DAFTAR PUSTAKA
Syafrudin dan Meriam, Sosial Budaya Dasar Untuk Mahasiswa kebidanan, Jakarta : Trans Info Media, 2010.
Supartono, Ilmu Budaya Dasar, Bogor : Ghalia Indonesia, 2004.
Djoko Widagho, dkk, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta : Bumi Aksara, 2008.
Lies Sudibyo, dkk, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Yogyakarta : Andi Offset, 2013.
Munandar Solaeman, Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar, Bandung : Refika Aditama, 2012.
Sujarwa, Manusia dan Fenomena Budaya Menuju Perspektif Moralitas Agama, Yogyakarta,  Uin Ahmad Dahlan Yogyakarta-Pustaka Pelajar 2010.
Tasmuji, dkk, IAD-ISD-IBD, Surabaya: Uinsa Press, 2018.
M.Syukri Albani Nasution, dkk, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Jakarta: Rajagrafindo Persada.
M. Alamsyah. budi nurani, filsafat berfikir, 1986.
Ensiklopedia Indonesia, Ichtiar Baru-Van Hoeve, Edisi Khusus, 2871.




[1] Syafrudin dan Meriam. Sosial Budaya Dasar Untuk Mahasiswa kebidanan. (Jakarta : Trans Info Media, 2010), 18.
[2] Supartono. Ilmu Budaya Dasar. (Bogor : Ghalia Indonesia, 2004), 49.
[3] Djoko Widagho, dkk. Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), 38.
[4] Lies Sudibyo, dkk. Ilmu Sosial Budaya Dasar, (Yogyakarta : Andi Offset, 2013), 39.
[5] Ibid, 39.
[6] Ibid, 40.
[7] Ibid, 22
[8] Ibid, 24.
[9] Ibid, 25.
[10] Munandar Solaeman. Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar, (Bandung : Refika Aditama, 2012),  70.
[11] Ibid, 76.
[12] Ibid, 71.
[13] Ibid, 72.
[14] Munandar Solaeman. Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar, (Bandung : Refika Aditama, 2012),  72.
[15] Ibid, 73.
[16] Ibid, 75.
[17] Ibid, 77.
[18] Ibid, 78.
[19] Ibid, 79.
[20] Syafrudin, dkk. Ssosial Budaya Dasar Untuk Kebidanan, (Jakarta : Trans Info Media 2010), 29.
[21] Supartono W, Ilmu Budaya Dasar (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004), 102
[22] Lies Sudibyo, dkk.Ilmu Sosial Budaya Dasar, (Yogyakarta : Andi Offset 2013), 120.
[23] Sujarwa. Manusia dan Fenomena Budaya Menuju Perspektif Moralitas Agama, (Yogyakarta,  Uin Ahmad Dahlan Yogyakarta-Pustaka Pelajar 2010),
[24] Tasmuji, dkk. IAD-ISD-IBD, (Surabaya: Uinsa Press, 2018), 190.
[25] Ibid, 190
[26] Sujarwa. Manusia dan Fenomena Budaya Menuju Perspektif Moralitas Agama, (Yogyakarta,  Uin Ahmad Dahlan Yogyakarta-Pustaka Pelajar 2010), 62.
[27] Lies Sudibyo, dkk. Ilmu Sosial Budaya Dasar, (Yogyakarta: Andi Offset, 2013), 122-123.
[28] Munandar Soelaeman. Ilmu Budaya Dasar, ( Bandung: Refika Aditama), 87.
[29] M.Syukri Albani Nasution, dkk.  Ilmu Sosial Budaya Dasar, (Jakarta: Rajagrafindo Persada), 156-157.
[30] Ibid, 158.
[31] Lies Sudibyo, dkk. Ilmu Sosial Budaya Dasar, (Yogyakarta: Andi Offset, 2013), 73-77.
[32] M. Alamsyah. budi nurani, filsafat berfikir, (1986), 83.
[33] ensiklopedia Indonesia, Ichtiar Baru-Van Hoeve, Edisi Khusus, 2871.
[34] Ibid, 1167.

[35] Ibid, 200.

57 komentar:

  1. Alhamdulillah semakin bertambah wawasan saya dengan membaca ini, terima kasih dan sukses selalu

    BalasHapus
  2. Terimakasih banyak ya ilmunya,semoga bermanfaat

    BalasHapus
  3. Cinta dan penderitaan memang berdampingan ya, dari makalah ini saya mengetahui bahwa keseimbangan itu perlu, terimakasih

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, makalahnya sangat bagus, dan sangat membantu saya dalam memahami materi mengenai materi cinta dan penderitaan. serta menambah wawasan dan pengetahuan baru buat saya.
    Semoga makalah ini bermanfaat dan semoga pemakalah semakin produktif dalam membagikan ilmunya

    BalasHapus
  5. Dengan adanya makalah ini bisa dijadikan sebagai sumber referensi kita untuk belajar. semoga bermanfaat

    BalasHapus
  6. Nice, adanya makalah ini saya mendapatkan wawasan baru.Terimakasih semoga bermanfaat

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah Makalah nya sangat bagus dan mudah dipahami.semoga bermanfaat...

    BalasHapus
  8. Kalau dilihat dn ditelaah lagi, judul dn dftar isi kurang pas. Tapi, saya tau maksudnya. insyaallah makalahnya

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah makalah sangat mudah dipahami dan sangat menambah wawasan

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah makalah ini dapat menambah wawasan saya , makalah ini sangat berguna sekali untuk para pembacanya

    BalasHapus
  11. Terima kasih sudah membagikan ilmu baru bagi saya. Alhamdulillah saya bisa memahami materi yang sudah disajikan, karena isi makalah ini mudah dipahami dan juga makalah ini bisa jadi referensi untuk para mahasiswa lain. Semoga bermanfaat..

    BalasHapus
  12. Terima kasih, dari makalah ini saya bisa tau perbedaan kasih sayang dan cinta, juga penderitaan pasti ada hikmah nya (tergantung bagaimana seseorang itu menanggapinya), dan untuk lain kali, penulis harus lebih hati" dalam penulisan makalah, karena saya temui beberapa kata kurang tepat, ataupun salah dalam penulisan huruf nya, selebih nya saya sangat setuju, karena makalah di tulis dg bahasa yang mudah untuk di mengerti, dan bisa di jadikan referensi untuk yang lain. Insyaallah selalu bermanfaat. Semangat selalu..

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah saya dpt ilmu baru, terimakasih sudah berbagi ilmu semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  14. Masyaallaaah... Bagus banget niiihhh
    Di tunggu untuk kelanjutan tugas nya kak. Ketagihan bacanyaaa

    BalasHapus
  15. makalah ini mengajarkan bahwa dalam hidup manusia itu selalu ada cinta kasih dan penderitaan yg selalu berdampingan

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah makalahnya bagus dan mudah untuk dipahami, semoga bisa bermanfaat

    BalasHapus
  17. masya alloh,materi yg disampaikan mencakup semua aspek. & dpat dipahami dg mudah.

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah, sangat membantu makalahnya

    BalasHapus
  19. Terimakasih atas ilmunya, sangat membantu sekali makalhnya, semoga makin sukses kedepanya

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah, makalah berisi materi yang mudah dipahami. Semangat!
    Saya tunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  21. Subhanallah walhamdulillah...
    Makalahnya bagus & mudah untuk dipahami.
    Semoga dapat bermanfaat kedepannya.
    Semangant...!!!
    Good luck :)

    BalasHapus
  22. Sangaatt bermanfaatt...trimakasih ilmunyaa..smoga sukses:)

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah makalahnya sangat menarik untuk dibaca. pengetahuan saya menjadi lebih luas mengenai materi ini. terima kasih

    BalasHapus
  24. Nice, sangat bisa difahami makalahnya.smoga bermanfaat

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah,,Senangnya setelah membaca isi dari makalah ini saya semakin termotivasi untuk bisa membuat karya semenarik ini dan semakin menambah wawasan pengetahuan saya mengenai kasih sayang, cinta ,penderitaan dan keadilan yang sesungguhnya .Makalah ini sangatlah menarik dan bahasanya juga sangat mudah difahami serta makalah ini juga bisa dijadikan bahan untuk referensi. Terima kasih sudah memberikan ilmu barunya semoga ilmunya bisa bermanfaat dan kelak bisa menciptakan karya - karya menarik lainnya... :) :)

    BalasHapus
  26. Alhamdulillah..dengan membaca makalah ini, saya menjadi paham dan termotivasi. Terimakasih sudah memberi saya pengetahuan.
    Sukses selalu kak:)

    BalasHapus
  27. alhamdulillah makalah ini mudah di pahami, pembahasan sangat menarik sekali, dapat menambah wawasan bagi pembaca,semoga bermanfaat,semangat berkarya,sukses selalu..

    BalasHapus
  28. terima kasi banyak ya min. artikel ini memang berguna sekali dan berfungsi bagi orang orang yang belum mengerti seperti saya , teruslah berkarya ya ^^ semoga anda sukses dan sehat selalu ya

    BalasHapus
  29. Memang benar manusia tak akan bisa lepas dari Cinta dan Kasih. Karena jika tanpa itu hidup bagai taman yang bunganya layuuu

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah dengan adanya makalah ini saya mendapat ilmu pengetahuan lebih jauh lagi

    BalasHapus
  31. Alhamdulillah isi dari penjelasan makalah tersebut sangat berbobot dan memuat tentang nilai nilai filosofis yang konkret .Terimakasih

    BalasHapus
  32. Mantap, makalah mudah dipahami, bahasa lugas, dan bisa menambah referensi baru

    BalasHapus
  33. Setelah saya membaca makalah ini, saya menjadi tahu apa arti cinta kasih dan keadilan yang sesungguhnya.

    BalasHapus
  34. Wah keren sekali bih buat nambah wawasan

    BalasHapus
  35. Sangat bermanfaat dan dapat di jadikan refrensi

    BalasHapus
  36. Manusia dan cinta kasih, penderitaan dan keadilan sangatlah berkaitan, dengan adanya makalah ini sangat membantu saya untuk mengetahui apa itu manusia dan cinta kasih, penderitaan dan keadilan. Terimakasih

    BalasHapus
  37. Manusia tidak bisa pisah dari rasa cinta dan kasih seperti kisah layla majnun
    Terus semangat dan terus berkarya
    Mugi manfaat ilmune ☺

    BalasHapus
  38. Dengan adanya makalah ini sangat membantu memahamkan apa itu cinta kasih, penderitaan, keadilan yang saling berkaitan, dan menurut saya ini sangat membantu juga bisa menambah wawasan, sangat bermanfaat.. Terima kasih

    BalasHapus
  39. Makalah tersebut menjelaskan yang kita alami dalam kehidupan sehari2. Cinta kasih, keadilan dan penderitaan sangatlah kita butuhkan. Terimakasih telah menambah pengetahuan kami mengenai cinta kasih, penderitaan dan keadilan

    BalasHapus
  40. Sometimes life doesn't give you what you want, not because you don't deserve it, but because you deserve so much more.
    .
    Thank you for your help, I cannot pass all these troubles without your help

    #keep your spirits up and don't forget to pray:)

    BalasHapus
  41. wah sangatt bermanfaat, saya jadi tau, terima kasih

    BalasHapus
  42. terimakasih untuk penjelasan mengenai manusia dan cinta kasih, penderitaan dan keadilan. bisa menjadi tambahan referensi.

    BalasHapus
  43. Terimakasih, menurut saya sangat berguna sekali penjelasan tentang "Keadilan", dan menambah wawasan saya.

    BalasHapus
  44. Alhamdulillah pengetahuan jadi semakin bertambah semoga bisa bermanfaat untuk orang lain

    BalasHapus
  45. Bagus...
    Ini cocok untuk kalangan remaja yg masih memandang arti cinta kasih scr sempit.

    BalasHapus
  46. Mudah dipahami.. semangat untuk kelanjutannya.. terimakasih

    BalasHapus
  47. Alhamdulillah mudah di pahami

    BalasHapus
  48. Alhamdulillah dengan adanya makalah ini dapat mempermudah dan menambah wawasan pengetahuan saya

    BalasHapus
  49. Terimakasih, saya paham dengan semua ini.. semangat berkarya

    BalasHapus
  50. Semangat berkarya,saya tunggu kelanjutannya.

    BalasHapus
  51. Alhamdulillah Terimakasih sangat bermanfaat sekali semangat berkarya

    BalasHapus
  52. Tidak sengaja membaca.. terima kasih .. ini masuk akal.. semangat

    BalasHapus
  53. Semangat berkarya dan terus berjuang

    BalasHapus
  54. Terima kasih.. ini bisa mengisi waktu luang saya.. hehehe

    BalasHapus
  55. Mantap, sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  56. Mungkin bagi saya cukup Bagus ini makalah untuk dipelajari karna memang sangat berguna lah dan bermanfaat buat kita semua, alhamdulillah mungkin bisa jadi sumber refrensi dari bacaan sekilas dari pengetahuan dimakalah ini.

    Selalu berkarya dan semangat meskipun situasi spt ini ,suatu karya pun jangan sampai dilupakan.

    BalasHapus